.
 

Sedang Online :

Peluang Bisnis Energi Biogas Dari Limbah Ternak

Gonjang-ganjing permasalahan harga minyak bumi dunia yang tidak stabil, menyebabkan harga bahan bakar minyak dalam negeri semakin hari melambung kian tinggi. Kondisi inilah yang belakangan menjadi perhatian khusus dari beberapa kelompok masyarakat, sehingga tidak sedikit dari mereka yang sekarang ini mulai berinovasi dan berkreasi menciptakan energi alternatif berbahan baku nabati yang harganya relatif lebih terjangkau.
Seperti kita ketahui bersama, negara Indonesia memiliki limpahan kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku bioenergi. Salah satunya saja seperti energi alternatif berupa gas methan atau biogas yang dihasilkan dari limbah kotoran hewan ternak, sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah dan gas elpiji serta menjadi sumber energi listrik di beberapa daerah terpencil.

Konsumen
Pada dasarnya bahan bakar alternatif berupa biogas sangat cocok jika dikembangkan di daerah terpencil ataupun kawasan pedesaan. Target pasar yang bisa Anda bidik adalah masyarakat menengah ke bawah yang wilayahnya belum dialiri listrik maupun daerah terpencil yang pasokan BBMnya masih sangat terbatas. Terlebih lagi di daerah pedesaan terdapat banyak hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, kerbau, dan sebagainya, sehingga peluang bisnis energi biogas dari limbah ternak ini sangat potensial jika dikembangkan di sekitar daerah tersebut.
Info Bisnis
Energi alternatif biogas sebenarnya bukan hal yang baru lagi bagi beberapa negara tetangga. Teknologi ini sudah dikembangkan sejak puluhan tahun yang lalu di negara Inggris, Rusia, Amerika Serikat, serta beberapa negara di benua Asia seperti Taiwan, Cina, Korea, dan lain sebagainya.
Biogas sendiri didefinisikan sebagai gas campuran metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan gas lainnya yang dihasilkan dari penguraian material organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, jerami, sekam, dan daun-daun hasil sortiran sayur yang difermentasi atau mengalami proses metanisasi dengan bantuan biodigester. Proses penguraian material organik dilakukan dengan sistem anaerob (tanpa oksigen), dan biogas akan terbentuk pada hari ke 4-5 setelah biodigester terisi penuh. Biasanya biogas yang dihasilkan biodigester terdiri dari campuran metana (50-75%), CO2 (25-45%), serta sejumlah gas kecil lainnya seperti H2, N2,dan H2S.
Nah, bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis energi alternatif berupa biogas dari limbah. Berikut ini kami informasikan salah satu cara pembuatan biogas dari limbah ternak yang bisa Anda praktekan dari rumah.

Membuat biogas dari limbah ternak

  • Pengisian bahan biogas selanjutnya bisa dilakukan setiap hari, sebanyak ±40 liter setiap pagi dan sore. Sisa pengolahan bahan biogas yang berupa lumpur secara otomatis akan keluar dari reaktor setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Limbah tersebut bisa Anda gunakan sebagai pupuk organik, baik dalam keadaan basah maupun kering.membuat biogas Peluang Bisnis Energi Biogas Dari Limbah Ternak

    1. Persiapkan reaktor biogas (biodigester) dengan membuat lubang reaktor berukuran (panjang 4 m, lebar 1,1 m dan kedalaman 1,2 m). Sedangkan meja tabung plastik penampung gas berukuran (panjang 3 m, lebar 1,2 m dan diameter 1,2 m). Siapkan drum untuk tempat pencampuran kotoran sapi dengan air (perbandingan 1 : 1).
    2. Setelah perlengkapan telah siap, selanjutnya buat campuran kotoran ternak 2000 liter yang dicampur dengan air (perbandingan 1 : 1).
    3. Masukan bahan biogas ke dalam reaktor melalui tempat pengisian, selanjutnya akan berlangsung proses produksi biogas dalam reaktor (secara anaerob). Usahakan temperatur, pH, pengadukan, dan bahan-bahan penghambat, diperhatikan dengan baik. Proses ini sebaiknya berlangsung pada kisaran suhu 5°C – 55°C, adapun suhu temperatur optimum untuk menghasilkan biogas yaitu 35°C.
    4. Setelah kurang lebih 10 hari, reaktor biogas dan penampung biogas akan terlihat mengembung dan mengeras karena adanya biogas yang dihasilkan. Dan biogas pun sudah dapat digunakan untuk menghidupkan kompor biogas.
    5. Sekali-kali reaktor biogas digoyangkan agar terjadi penguraian yang sempurna dan gas yang terbentuk di bagian bawah naik ke atas.
    Kelebihan bisnis
    Sebagai energi alternatif, biogas memiliki sifat yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi efek rumah kaca. Bahkan jika dibandingkan dengan minyak tanah, api biru yang dihasilkan biogas juga lebih bersih dan tidak menghasilkan asap, sehingga kebersihan udara di sekitar masyarakat akan tetap terjaga dengan baik.
    Selain itu, energi yang dihasilkan biogas juga bisa dijadikan sebagai pembangkit tenaga listrik. Besarnya energi setara dengan 60-100 watt lampu selama 6 jam penerangan, sehingga bisnis energi alternatif biogas ini bisa menggantikan bahan bakar minyak serta penghasil energi listrik di kawasan daerah terpencil. Tidak hanya itu saja, limbah biogas yang berubah menjadi slurry (lumpur) mengandung banyak nutrisi, sehingga cocok bila digunakan sebagai pupuk oraganik bagi industri pertanian.
    Kekurangan Bisnis
    Dalam menjalankan bisnis energi biogas, kesulitan yang sering dialami pelaku usaha yaitu ketika menyiapkan peralatan produksi biogas atau yang lebih dikenal dengan sebutan biodigester. Pembuatan digester biogas membutuhkan ketelitian yang cukup tinggi serta perencanaan yang benar-benar matang, hal ini penting agar resiko kebocoran gas maupun resiko terkontaminasi bahan-bahan penghambat proses penguraian limbah bisa diminimalisir. Sehingga kualitas biogas yang dihasilkan bisas terjamin, dan proses produksi bisa berjalan dengan baik.

    Strategi Pemasaran

    Untuk strategi pemasaran, Anda bisa merangkul masyarakat daerah dalam mempromosikan manfaat biogas sebagai bahan bakar maupun energi listrik alternatif. Sebagai contoh sederhana, Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPBSU) kini mulai aktif mensosialisasikan penggunaan biogas kepada 7.000 anggotanya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak yang harganya semakin hari semakin meninggi.
    Melalui pendekatan langsung kepada para konsumen, KPBSU mengarahkan masyarakat untuk membangunan instalasi biogas sebagai sumber energi alternatif yang biayanya lebih terjangkau. Program tersebut ternyata cukup berhasil, sehingga sebagian besar peternak sapi di daerah Bandung dan sekitarnya mulai terbebas dari gas elpiji dan beralih memanfaatkan energi biogas untuk kebutuhan bahan bakar sehari-hari.
    Kunci sukses
    Banyaknya potensi hewan ternak di Indonesia, menjadi salah satu kunci sukses perkembangan bisnis biogas di negara kita. Semakin besar limbah ternak yang dihasilkan, maka semakin besar pula gerbang kesuksesan yang Anda miliki untuk mengembangkan peluang usaha biogas limbah ternak. Yang terpenting, tingkatkan terus pengetahuan dan kemampuan Anda dibidang energi terbarukan, sehingga proses produksi biogas bisa berjalan lancar dan resiko kerugian bisa terhindarkan.
    Analisa Ekonomi
    
    Asumsi
    Digester biogas menghasilkan 7,92 m3 gas = 4,3 L minyak tanah/hari
    Harga biogas setara dengan 1 liter minyak tanah (Rp 11.500,00)
    Limbah biogas (slurry) dijadikan pupuk Rp 25.000,00/karung
    
    Modal awal
    2 ekor sapi x @ Rp 5.000.000,00                 Rp 10.000.000,00
    Pembuatan digester biogas :
    Material (Batu, pasir, semen, besi beton, dll)  Rp  5.000.000,00
    Material instalasi (pipa, stop kran, klem, dll) Rp  1.000.000,00
    Peralatan (ember, cangkul, sekop, dll)          Rp    150.000,00
    Jasa tukang (3 orang x Rp 250.000,00)           Rp    750.000,00 +
    Total                                           Rp 16.900.000,00
    
    Digester biogas mengalami penyusutan setelah 5 tahun :
    1/60 bulan x Rp 6.900,000,00             =      Rp 115.000,00/bln
    
    Biaya operasional per bulan
    Perlengkapan                                    Rp   500.000,00
    Biaya karyawan (@ Rp 800.000,00 x 2 org)        Rp 1.600.000,00
    Biaya transportasi (@ Rp 25.000,00 x 30 hr)     Rp   750.000,00
    Biaya penyusutan digester                       Rp   115.000,00+
    Total                                           Rp 2.965.000,00
    
    Omset per bulan
    Omset produksi biogas per bulan :
    30 hari x 7,92 m3 (4,3 L) x Rp 11.500,00        Rp 1.483.500,00
    Omset pupuk kandang :
    30 hari x Rp 25.000,00 x 5 karung               Rp 3.750.000,00 +
    Total omset per bulan                           Rp 5.233.500,00
    
    Laba bersih per bulan
    Rp 5.233.500,00 - Rp 2.965.000,00   =           Rp 2.268.500,00
    
    ROI (Return of Investment)
    (modal awal : laba bersih per bulan)   =        ± 7,5 bulan
    Semoga informasi peluang usaha yang kami angkat pada pekan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan mendorong seluruh masyarakat di Indonesia untuk segera memulai sebuah usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.
     
    Sumber : bisnisukm.com
    Komentar via FB
    0 Komentar via Blog

    0 komentar:

    Posting Komentar

     






    Terima kasih atas kunjungan anda dan Jangan lupa berkunjung kembali ke http://sokide.tk